Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung Kepada Anak
Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung Kepada Anak - Pada postingan
kali ini, membumikan pendidikan akan share tentang bagaimana Pengenalan
Dini Kemampuan Berhitung Kepada Anak. Sebelum membumikan pendidikan akan
membahas perihal hal tersebut, alangkah lebih sistematis,
sahabat-sahabat membumikan pendidikan bisa membaca postingan sebelumnya
yaitu tentang:
Kembali pada postingan kali ini bahwa terdapat beberapa hal yang perlu
diperhatikan oleh seorang guru dalam upaya pengenalan (deteksi) dini
sampai sejauh mana kegiatan permainan berhitung dapat diberikan kepada
anak. Pengenalan dini perlu dilakukan untuk menjaga terjadinya masalah
kesulitan belajar karena belum menguasai konsep berhitung. Sebagai
contoh terdapat banyak kasus dimana berhitung di jalur matematika
seolah-olah menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak.
Kesenangan anak dalam penguasaan konsep berhitung dapat dimulai dari
diri sendiri ataupun rangsangan dari luar seperti permainan-permainan
dalam pesona matematika (permainan tebak-tebakan, kantong pintar dan
mencari jejak).
Ciri Anak Suka Permainan Berhitung
Ciri-ciri yang menandai bahwa anak sudah mulai menyenangi permainan berhitung antara lain:
- Secara spontan telah menunjukan ketertarikan pada aktivitas permainan berhitung.
- Anak mulai menyebut urutan bilangan tanpa pemahaman.
- Anak mulai menghitung benda-benda yang ada di sekitarnya secara spontan.
- Anak mulai membanding bandingkan benda-benda dan peristiwa yang ada di sekitarnya.
- Anak mulai menjumlah-jumlahkan atau mengurangi angka dan benda-benda yang ada di sekitarnya tanpa disengaja.
Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam membelajarkan permainan berhitung pada anak adalah:
- Apabila ada anak yang cepat menyelesaikan tugas yang diberikan guru,
hal ini menunjukkan bahwa anak tersebut telah siap untuk diberikan
permainan berhitung dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.- Apabila anak menunjukan tingkah laku jenuh, diam, acuh tak acuh atau
mengalihkan perhatian pada hal lain, hal ini menunjukan bahwa telah
terjadi masalah pada anak. Itu berarti, anak membutuhkan perhatian atau
perlakuan yang lebih khusus dari guru.
Konsep berhitung seperti apa yang harus dikenalkan kepada anak?
Pada anak usia prasekolah, matematika hanya pengalaman dan bukan
penguasaan. Ikutilah konsep yang harus diperkenalkan pada anak dengan
dimulai:
- Korespondensi Satu Satu
Pertama mulailah dengan mencoba-coba membilang dari tingkatan yang
sangat sederhana. Contoh: satu buku, satu pensil, satu batu, dan
seterusnya.
- Pola
Pola merupakan kemampuan untuk memunculkan pengaturan sehingga anak
mampu memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dua sampai
tiga pola yang berurutan.
- Memilah/menyortir/klasifikasi
Anak belajar klasifikasi materi, pengelompokkan berdasarkan atribut, bentuk, ukuran, jenis, warna, dan lain-lain.
- Membilang
Menghafal bilangan merupakan kemampuan mengulang angka-angka yang akan
membantu pemahaman anak tentang arti sebuah angka. Contoh: 1 2 3 4 5 6 7
8……. dst
- Makna angka dan pengenalannya
Setiap angka memiliki makna dari benda-benda atau simbol-simbol. Angka dari gambar berikut adalah:
- Bentuk
Anak dikenalkan pada bentuk-bentuk yang sama/tidak sama, besar-kecil, panjang-pendek.
- Ukuran
Anak perlu pengalaman akan mengukur berat, isi, panjang dengan cara
mengukur langsung sehingga proses menemukan angka dari sebuah obyek.
- Waktu dan Ruang
Dua hal ini merupakan bagian dari proses kehidupan sehari-hari. Contoh:
- Penambahan dan pengurangan
Dua hal ini dapat dikenalkan pada anak pra sekolah dengan memanipulasi benda.
Demikianlah sekilas uraian mengenai Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung
Kepada Anak. Semoga bisa menginspirasi dan bisa dimplementasikan dan
tentunya dapat bermanfaat.
Sumber :
membumikan-pendidikan.blogspot.com
]]>
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Posting Komentar untuk "Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung Kepada Anak"